hujan
🌧️ Pendahuluan
Hujan selalu punya caranya sendiri untuk datang — kadang ditunggu, kadang mengejutkan, kadang juga menyakitkan. Bagi sebagian orang, hujan adalah lagu pengantar tidur. Bagi yang lain, hujan adalah pembawa kenangan yang tak pernah selesai.
Dan bagiku... hujan adalah surat yang tak pernah terkirim.
Ada yang bilang, hujan membuat segalanya jadi lebih puitis. Mungkin itu karena ketika langit menangis, kita merasa tak sendirian dalam luka.
Aku ingat hari itu — kamu pamit saat hujan turun pelan. Sejak saat itu, tiap rintik yang jatuh seperti mengetuk-ngetuk ingatan: tentang payung yang kita bagi, langkah yang kita seiringkan, dan tawa yang sekarang tinggal gema.
💭 Kenapa Kita Selalu Mengaitkan Hujan dengan Kenangan?
Karena hujan memberi jeda.
Ia membuat kita berhenti sejenak dari kesibukan dunia, lalu menoleh ke dalam: ke hati, ke pikiran, ke hal-hal yang tak sempat kita rasakan saat hari cerah.
Mungkin karena itulah, banyak perasaan yang “tertinggal” saat hujan. Ia membuat sunyi terdengar lebih nyata
Tak terhitung berapa banyak karya sastra yang menjadikan hujan sebagai tokoh diam:
Dan dalam hidup kita... hujan mungkin jadi jeda sebelum babak baru dimulai.
Kini aku tak lagi menunggumu, dan tak juga berharap hujan membawa kabar. Tapi ketika rintik itu turun lagi sore ini, aku duduk tenang — bukan karena sudah lupa, tapi karena sudah bisa berdamai.
Hujan tetap datang. Dan aku, akhirnya, tidak lagi basah karena kenangan
Comments
Post a Comment